Tuesday, January 31, 2017

Analisa: Kemampuan S-400 Triumf

Bagian dari S-400 Triumf System di Latakia, Syria
(Gambar: Russian MoD)

Sebelum memulai, patut diingat dahulu, kalau kemampuan S-400, yang biasanya diiklankan adalah untuk versi lokal. India baru saja menyetujui rencana akuisisi sistem ini (belum kontrak), seperti bisa tebak, dalam bentuk Versi Export; dimana akan ada perbedaan radar, dan jenis missile yang diperbolehkan.

Berikut analisa berdasarkan sumber pengetahuan umum, kenapa seberapapun hebatnya, S-400 sebagai referensi SAM system yang paling modern di dunia, tidak akan bisa menggantikan pesawat tempur dalam pertahanan udara.

Monday, January 23, 2017

News Update: Januari-2017

Credits: Saab

News Update Januari-2017. 

Tidak seperti News Update sebelumnya, beberapa berita dalam artikel akan dimuat dalam timeline yang tidak berurutan untuk kesesuaian konteks.

Thursday, January 19, 2017

Airbus A400M Indonesia?

Wikimedia

Jane's Article (writer: Ridzwan Rahmat), out of nowhere, had "confirmed" Indonesian approval for the purchase of 5 Airbus A400M in the tune $2 billion.

How did this happen?
This news has not been reported in any of local medias. 

Apa yang terjadi?

Bagaimana penulis untuk Jane's bisa tiba-tiba mengumumkan secara sepihak kalau pemerintah Indonesia menyetujui pembelian A400M?

Dalam setahun terakhir, juga tidak ada satupun media berita lokal yang pernah memberitakan apakah akuisisi A400M sedang dibahas, atau pernah diperdebatkan di Komisi I DPR.

Monday, January 16, 2017

Kenapa efek gentar Su-35K 100% NIHIL

Masih mengidamkan Su-35 untuk Indonesia?
Sudah saatnya introspeksi diri.

Kenapa perlu?

Aktor Interviewer “gadungan”: Terima kasih atas kontribusi anda dalam acara ini. Sebelum sesi interview fiktif ini dimulai, bagaimana kalau anda terlebih dahulu menjelaskan karakter yang anda akan perankan?

Aktor Pejabat “gadungan”: Saya akan berperan menjadi tokoh karakter “pejabat” yang mendukung pembelian Su-35K sehidup semati. Saya akan mencoba menjelaskan semua alasan argumen yang gencar luar biasa, kenapa pilihan ini akan sesuai dengan “kebutuhan” Indonesia.

Aktor Interviewer ”gadungan”: Kembali, sebelum wawancara, atau interview fiktif ini dimulai; saya mohon maaf dahulu. Saya harap anda tidak akan emosional, karena dalam memerankan peran saya sebagai interviewer gadungan, saya akan mencoba mencecar anda  dengan berbagai pertanyaan kritis untuk menjelaskan posisi anda.

Aktor Pejabat “gadungan”: Tidak apa-apa. Adalah tanggung jawab kita bersama sebagai Warga Negara Indonesia, untuk menyinarkan terang dalam kegelapan. Semoga kiranya mereka yang membaca hasil interview fiktif kita, semakin membuka pikiran mereka agar dapat mendukung kepentingan Nasional kita.

Interviewer ”gadungan”: Baik. Kalau begitu, mari kita mulai!
.

Thursday, January 5, 2017

Memahami Versi Export Downgrade

Credits: Sukhoi
Su-35S, yang kelihatan menarik. Sayangnya, versi yang selama ini dibayangkan, tidak akan tersedia untuk export.

Sepanjang tahun 2016 yang silam, kita sudah melihat masih terlalu banyak mimpi, atau lebih tepatnya perjuangan ketat untuk membohongi diri sendiri, seolah-olah kita akan bisa mendapat "efek gentar" dari Alutsista, khususnya pesawat tempur Versi Export Downgrade. 

Sudah saatnya bangun, dan melihat kenyataan.

Artikel ini akan membahas secara lebih mendetail, kenapa United States, Russia, dan PRC (yah, mereka juga memegang membership) untuk selamanya hanya akan menjual Alutsista versi export downgrade, dan konsekuensi apa saja yang harus diterima kalau kita mau meneruskan prosedur membeli barang downgrade ini.