Tuesday, April 26, 2016

Quick Update: Australia akan membeli AMRAAM-D!

Jangan meremehkan RAAF Super Hornet:
Pilot mereka jauh lebih TERLATIH, dan lebih BERPENGALAMAN,
dan
sekarang persenjataannya jauh lebih modern daripada seluruh Asia

(Gambar: RAAF: Superhornets over Iraq, 2014) 
Masih ingat kalau Indonesia baru saja mengajukan pembelian 37 AMRAAM C7 senilai $95 juta?

Nah, Australia baru saja mendapat persetujuan untuk mengakuisisi AMRAAM-D -- tidak hanya 37 unit, tetapi jumlahnya 450 missile, dalam transaksi senilai $1,22 milyar!

Apakah jumlah transaksi Australia yang kelihatan terlalu berlebih?

Apakah mereka semata hanya membeli AMRAAM-D, versi yang lebih baru, dan jarak jangkaunya lebih jauh, untuk mengimbangi transaksi Indonesia?

Seandainya di tahun 1986, Indonesia memilih Mirage-2000, dan bukan F-16


Di tahun 1986, Dassault Perancis sebenarnya pernah menawarkan Mirage-2000 untuk bersaing dengan tawaran F-16 Amerika Serikat.

Apakah yang akan terjadi, seandainya dahulu pemerintah Orde Baru memutuskan untuk memilih Mirage-2000?


Sedikit latar belakang dahulu

Thursday, April 21, 2016

Saab Gripen-E vs F-16V versi Export untuk Indonesia

Kontes antara dua pesawat tempur single-engine,
yang tidak seperti Sukhoi, biaya operasionalnya akan terjangkau!
(Gambar: Saab, Lockheed-Martin - ilustrasi F-16IN)

Friday, April 8, 2016

MBDA Meteor - BVR missile terbaik di dunia



MBDA Meteor BVRAAM (Beyond Visual Range Air-to-Air missile). Next Generation Missile pertama yang menggunakan ramjet, dan 2-way datalink. Missile ini sudah diakui sebagai BVR missile terbaik di dunia. Gripen-C yang sudah mendapat MS-20 upgrade (periodical upgrade yang setiap 3 tahun sekali) di tahun 2015, akan menjadi Eurocanard pertama yang berhasil mengintegrasikan Meteor.

Negara-negara ASEAN sebenarnya akan membutuhkan missile ini, daripada hanya mengandalkan AMRAAM; karena PLA-AF China berencana untuk mengoperasikan Su-35 di Laut Cina Selatan.

How deadly is the Meteor BVRAAM?

Tuesday, April 5, 2016

News Update: Kuwait menandatangani kontrak untuk 28 Eurofighter Typhoon Tranche-3!

..... dan Kuwait akan menjadi negara pertama yang membeli Eurofighter Typhoon Tranche-3, dengan CAPTOR-E AESA radar.
Mengikuti jejak RSAF (Saudi AF) yang akan mengoperasikan 72 Typhoon,
Kuwait AF akan menikmati commnality in equipment
(Gambar: Wikimedia)
Sebenarnya transaksi ini sudah mulai dikabarkan sejak pertengahan tahun 2015, kalau Kuwait berencana membeli sekitar 28 Typhoon. Pada tanggal 5-April-2016 ini akhirnya kontrak ini ditandatangani antara pemerintah Kuwait, dan pemerintah Italy dalam Government-to-Government deal, alias tanpa perantara, yang akan selalu disertai dengan acara sogok-menyogok pejabat, seperti dalam transaksi pembelian Sukhoi.

Setiap transaksi militer internasional, sebenarnya juga adalah pelajaran untuk Indonesia. Ada beberapa hal yang menarik yang dapat dipetik dari transaksi ini.

Pertama-tama, semua negara, kecuali Indonesia, tentu saja selalu ingin membeli pesawat dengan AESA radar.