Sunday, March 20, 2016

Twin-Engine Fighter LEBIH BAIK dibanding Single-engine fighter?? (Bagian 2)

Perbandingan F-15 dan F-16


Gambar diatas adalah representatif dari perbandingan dalam artikel ini. Apakah yang pertama kali menarik perhatian?

F-15 ternyata JAUH LEBIH BESAR dibanding F-16, bukan?

Seandainya anda mempunyai senapan, dan kedua pesawat di atas dapat dianggap hanyalah buruan; target mana yang akan lebih mudah untuk ditembak? 

Anda akan memilih menembak F-15, bukan? Hanya karena sasarannya lebih besar, dan dengan demikian tembakan anda lebih sulit untuk meleset.

Ini memang hanya perumpamaan sederhana, tetapi sayangnya, kenyataan yang sama juga dilihat setiap pilot dalam semua pertempuran udara sejak tahun 1939.

Untuk menggali lebih dalam lagi....



KENYATAAN #1: Twin-Engine fighter TIDAK AKAN DAPAT berakselerasi lebih cepat dibanding single-engine fighter

Seperti sudah dituliskan dalam artikel sebelumnya, F-15SG dan F-16C Block-50+ dengan mesin F110-GE129 akan menjadi titik fokus perbandingan utama, dengan data Su-35 sebagai perbandingan.

Kalau melihat dari table diatas, walaupun F-15 membawa DUA MESIN yang sama dengan F-16 Block-50+, ternyata juga hampir DUA KALI lebih berat. Penjelasannya mudah: dua mesin harus minum lebih banyak bensin, dengan demikian membutuhkan airframe, dan ukuran sayap yang lebih besar juga dibandingkan F-16. Hasilnya T/W ratio antara kedua pesawat ini hanya selisih sedikit, atau hampir sebanding!! 

Faktor pemberat Kedua dalam perbandingan akselerasi (dan kecepatan maksimum) F-15, dan F-16 adalah DRAG (tahanan udara) dari ukuran pesawat tempur Twin-engine yang tentu saja juga LEBIH BESAR.

Perhatikan gambar dibawah untuk Frontal view F-15 vs F-16:
Seperti dapat dilihat, Frontal view dari F-15 juga jauh lebih besar dibandingkan F-16. Kedua desain sama-sama sudah dioptimalkan untuk aerodynamic performance, sehingga perbandingannya kembali turun ke seberapa besar luas tambahan (cm2) frontal view F-15 vs F-16. Setiap cm2 tambahan itu, menjadi extra hambatan udara (drag) bagi pespur Twin-engine, seperti F-15, ataupun Sukhoi. 

Dua faktor inilah yang menjelaskan kenapa akselerasi F-15 tidak akan jauh lebih hebat jika dibandingkan F-16 Block-30/40/50/52! Malahan keduanya hampir sebanding!

Kelihatannya masih sulit untuk dipercaya?

Perhatikan saja pendapat pilot yang memang sudah mengumpulkan ribuan jam, baik di atas F-15, maupun F-16, Lt. Col Fred Clifton, dalam interviewnya dengan website  FoxTrot Alpha:

Yah, F-15 ternyata memang tidak dapat berakselerasi secepat apa yang selama ini bisa dibayangkan. Dengan dua mesin, juga bukan berarti F-15 dapat terus-menerus mencapai kecepatan Mach 2,5!! Hanya 1-menit!! Climb performance dari F-15 juga tidak sehebat brosurnya, apalagi Su-35 yang jauh lebih berat, dan T/W ratio-nya lebih rendah!!

Sedangkan untuk F-16, pendapat sang pilot adalah sebagai berikut:

Yah, kemampuan akselerasi, khususnya untuk F-16 dengan mesin GE (lihat diatas), sebenarnya hanya dibatasi oleh ketahanan canopy dari cockpitnya saja! F-16 B50 masih bisa berakselerasi LEBIH CEPAT LAGI kalau saja canopy (kaca sekeliling cockpit) dapat dibuat lebih tahan banting! 

Adalah MITOS kalau performa AKSELERASI pespur Twin-engine, seperti F-15, "lebih unggul" dibandingkan pespur single-engine, seperti F-16!



  • Kalau memperhatikan juga; sayangnya pesawat yang harus dibeli lewat agen perantara, yakni Su-35, ternyata bokongnya SUPER BERAT!! Dibandingkan dengan F-15SG Singapore saja, Su-35 sudah ketinggalan hampir -20% dalam T/W Ratio bensin penuh, atau masih -13% kalau setengah tangki, dan jangan lupa kalau mesin buatan Ruski akan selalu minum lebih banyak bensin!
Apanya yang "bisa menandingi negara tetangga"? 

Bersambung ke bagian berikutnya, untuk membahas lebih dalam antara Twin-Engine vs Single-Engine!
  • Twin-Engine vs Single Engine dalam pertempuran udara
  • Keamanan / keselamatan karena membawa dua mesin?!?
  • Dan akhirnya tentu saja, biaya yang harus dibayar untuk pespur Twin-Engine? 



No comments:

Post a Comment