Tuesday, March 22, 2016

News Update: Singapore mengaktifkan Skuadron F-15SG LOKAL yang KEDUA

F-15SG (8320) termasuk versi yang paling modern di dunia
AN/APG-63v3 AESA Radar, TigerEye IRST, mesin GE F110-GE129 (29,400 lbf),
Link-16 MIDS-LVT, dan JHMCS Helmet-Mounted-Display,
Umur airframe bisa 32,000 jam (atau 5x lipat lebih lama dari Su-35!)
(Gambar: Mike Yeo)


IHS Jane's memberitakan kalau Singapore sudah menaktifkan kembali Skuadron-142 "Gryphon" dengan F-15SG. Sebelumnya Skuadron ini mengoperasikan A-4S Super-Skyhawk (Versi upgrade khusus buatan Singapore dengan mesin GE F404!), sebelum berhenti dioperasikan di tahun 2005.

Patut diketahui, dengan pengaktifan kembali Skuadron-142, Singapore kini sudah mengoperasikan TIGA Skuadron F-15SG:
  1. Skuadron-149 "Shikra" berpangkalan di Paya Lebar, AB, Singapore
  2. Joint US / Singapore 428th Skuadron yang berpangkalan di Mountain Air Force Base, Idaho, Amerika Serikat -- untuk tujuan training (dan contingency backup) bagi pilot F-15SG Singapore!
  3. ... dan terakhir, Skuadron-142 "Gryphon" yang baru saja dibentuk.


Berapa jumlah F-15SG yang dioperasikan Singapore?

Kenapa bisa tiga SKuadron?


Sebenarnya secara resmi, Singapore sebenarnya hanya pernah mengumumkan pembelian untuk 24 pesawat dalam original order mereka. Tetapi jumlah ini sebenarnya 40 unit, atau mungkin juga bisa lebih, karena seperti yang dilaporkan oleh IHS Jane's; pembelian tambahan F-15SG Singapore cukup dirahasiakan. Singapore sengaja justru tidak mengumumkan jumlah resmi, agar negara tetangga tidak dapat menebak berapa jumlah yang sebenarnya.

Komentar dari penulis IHS Jane's

Yah, tidak hanya Angkatan Bersenjata Singapore diakui JAUH LEBIH MODERN, dan JAUH LEBIH UNGGUL di seluruh Asia Tenggara, tetapi kita juga dapat memetik pelajaran dari mereka.

Singapore juga sudah lebih dewasa dalam melakukan akuisisi persenjataan mereka; membangun kekuatan mereka secara diam-diam, agar jauh lebih unggul; dan bukan mementingkan membuat pengumuman marak yang menjadi headline semua sumber media.. 

Sedangkan Indonesia, demi masuk berita, rajin membeli platform "kosong", tanpa persenjataan, perlengkapan support, atau ambil pusing soal training.

Yang penting barangnya ada, dan bisa dipamerkan dalam show hari kemerdekaan! 
Bisa pakai atau tidak sih, sepertinya bukan pelik! Toh, belinya juga memakai uang rakyat.... eh, negara!

Singapore Ground-based Air-Defense: Itu baru namanya EFEK GENTAR!! 
Tidak perlu banyak bacot! Yang penting kemampuan yang berkualitas tinggi!
Sumber: Defense Industry Daily

Laut Cina Selatan


Mungkin pada awalnya, akusisi F-15SG direncanakan sebagai qualitative edge atas kemampuan Angkatan Udara Malaysia. Tetapi sejak itu, politik di Asia Tenggara sudah berubah. Dengan pembentukan dua skuadron F-15SG lokal, dan tambahan satu skuadron backup di Mountain AB, Amerika Serikat, boleh dibilang kemampuan udara Singapore sekarang sudah dipersiapkan bahkan untuk kemungkinan menghadapi sepak terjang PRC di Laut Cina Selatan.

Tidak hanya berhenti di F-15SG saja, Singapore baru saja menandatangani kontrak senilai $914 juta dengan Lockheed-Martin untuk meng-upgrade ke-60 F-16 Block-52+ mereka ke versi-V dengan AN/APG-83 - AESA radar Generasi kedua. 

Dalam kontrak terpisah yang ditanda-tangani Mei-2015 yang lalu, Singapore juga mengganti Helmet Mounted Display F-16 mereka dari versi Dash-4 buatan Israel, ke 70 JHMCS baru buatan Boeing. Kemudian juga mereka akan mengganti IFF system mereka ke versi terbaru; AN/APX-126, dan menambah 92 terminal Link-16 baru.

Kekuatan tempur Singapore sudah lebih dari siap dalam Abad ke-21 ini!

Bagaimana dengan perencanaan Renstra Indonesia, yang sekarang kelihatan begitu tradisional

Apakah sudah siap menghadapi tantangan Abad ke-21?

No comments:

Post a Comment