Saturday, November 14, 2015

ASTAGA! Korea mencoba untuk menjual 16 T-50 ke Uzbekistan!


Diijinkan untuk Indonesia;Uzbekistan? Tunggu dulu!
(Gambar: S.H Yang, Airliners.Net)
Korea Times dan IHS Jane's melaporkan, kalau tentu saja, upaya penjualan ke-16 T-50 senilai $400 juta ini sudah dibatalkan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Kenapa Amerika menolak penjualan ini, dan kenapa ini sebenarnya masalah yang serius? 



Jawabannya, karena Uzbekistan sudah dikenal sebagai sekutu dekat Russia. Walaupun pada tahun 2012 lampau, Uzbekistan dikabarkan keluar dari dari status "strategic Alliance" dengan Russia sendiri, mereka tetap menjadi anggota dalam Shanghai Cooperation Organization; dan dengan demikian statusnya tetaplah sekutu dekat untuk Russia / PRC.

Sebagaimana diberitakan dalam kedua artikel diatas; pemerintah US menanggap penjualan T-50 ke Uzbekistan berpotensi dapat mengkompromikan rahasia tehnologi pespur US ke......... Russia.

Yah, pemerintah US memang mempunyai wewenang penuh untuk menentukan ijin penjualan T-50 ke negara lain.

Hampir semua komponen strategis yang dipasang diatas T-50 adalah buatan US, dan ini tidak hanya berhenti sampai disana saja.

Patut diketahui, kalau Lockheed-Martin juga memegang 100% kontrol penuh atas source code T-50, dan demikian mempunyai wewenang penuh untuk menentukan apa yang boleh dipasang / diganti di pesawat ini. Yah, dengan kata lain, Korea sebenarnya tidak diperbolehkan mengganti apapun yang sudah dipasang ke T-50, tanpa persetujuan Lockheed-Martin.

Singkat cerita, apanya yang buatan Korea dari T-50?

T-50 sebenarnya secara efektif adalah pesawat buatan US sendiri, yang dilindungi export-control pemerintah US, dan setiap penjualan akan membutuhkan persetujuan penuh dari pemerintah US. Pabriknya sih, memang di Korea. Tapi kalau kepemilikian sih, tunggu dulu!

Yang lebih menakjubkan lagi, DAPA Korea tetap berusaha melobi pemerintah US untuk mengijinkan penjualan senilai $400 juta ini!

Tsk... Tsk.... Kesalahan besar!Korea Times, 25-October-2015


Ah, Korea, Korea! 

Kalian boleh berdoa sekhusuk apapun, berpuasa 40 hari 40 malam, lalu menyembah-nyembah di bawah kaki Obama sekalipun --- keputusan Washington DC sudah final, dan tidak akan bisa berubah!

Bahkan Perancis, walaupun sempat menyetujui penjualan Mistral-class LHD ke Russia, tidak akan mungkin menjual Dassault Rafale ke salah satu negara sekutu Russia atau PRC; dimana tehnologi Rafale berpotensi besar untuk bisa dikompromikan / dipelajari habis-habisan!

Yang sepertinya TIDAK DIMENGERTI orang-orang Korea --- tehnologi pesawat tempur jauh lebih sensitif dibanding tehnologi platform senjata lainnya. Tidak mungkin boleh sembarang di transfer ke negara lain; seperti meng-export Samsung Galaxy, atau Hyundai Elantra!

Sekarang, lebih cilaka lagi untuk Korea......


Upaya penjualan ini, akhirnya akan berbuntut panjang dalam proyek KF-X....

Korea sebenarnya meminta transfer dari 25 core technology untuk KF-X justru untuk menghindari kemungkinan penjualan KF-X ke negara lain, bisa dijegal oleh pemerintah US, seperti dalam kasus yang sama dalam T-50 ini.

Sebagaimana diketahui, pemerintah US sebelumnya sudah menolak untuk memberikan tech-transfter untuk empat core technology yang dibutuhkan Korea dalam proyek ini.

Dengan sepak-terjang Korea mencoba menjual tehnologi US ke Uzbekistan, memangnya apa yang akan dipikir pemerintah US sekarang?

Kalau dahulu mereka masih menyetujui transfer 21 core tehnology yang lain; berapa resikonya kalau Korea yang lebih mandiri, justru akan menjual KF-X (dengan warisan tehnologi US itu), ke salah negara lain yang mungkin juga mempunyai hubungan erat dengan Russia atau PRC???

Bukan tidak mungkin, sekarang Washington DC sedang berpikir dua kali --- seberapa jauh mereka akan mau membantu, atau bahkan, kapan mereka akan menjegal proyek ini sampai Korea tidak bisa bangun lagi. 

Dalam jangka panjang, tidak tanduk Korea disini, justru sudah berhasil menggali kubur sendiri yang semakin mendalam untuk program KF-X mereka.

No comments:

Post a Comment