Saturday, November 14, 2015

ASTAGA! Korea mencoba untuk menjual 16 T-50 ke Uzbekistan!


Diijinkan untuk Indonesia;Uzbekistan? Tunggu dulu!
(Gambar: S.H Yang, Airliners.Net)
Korea Times dan IHS Jane's melaporkan, kalau tentu saja, upaya penjualan ke-16 T-50 senilai $400 juta ini sudah dibatalkan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Kenapa Amerika menolak penjualan ini, dan kenapa ini sebenarnya masalah yang serius? 


Saturday, November 7, 2015

Kenapa Indonesia harus takut dengan Embargo militer (lagi)?!?

Sekarang, Indonesia sudah menjadi negara yang demokratis


Pertama-tama, sekarang ini, Indonesia sebenarnya termasuk salah satu negara yang paling demokratis di seluruh Asia-Afrika.


Dalam laporan index demokrasi  The Economist tahun 2014, Indonesia menduduki peringkat 49 - posisi yang lebih tinggi dibanding semua negara ASEAN yang lain. Kecuali Jepang, Korea Selatan (dua negara yang tingkat kemakmurannya juga jauh lebih tinggi), Timor Leste, dan Afrika Selatan, tidak ada satupun negara Asia-Afrika yang menempati posisi lebih tinggi daripada Indonesia.


Demokrasi Indonesia berarti kedaulatan berada di tangan rakyat Indonesia
Embargo militer terhadap Indonesia, berarti meng-embargo rakyat Indonesia. 

Dalam dunia dimana segala sesuatu sudah terkoneksi begitu cepat, mana ada rakyat, terutama dari negara demokratis yang lain, yang akan mendukung negaranya sendiri untuk meng-embargo Indonesia?

Justru sebaliknya, Indonesia seharusnya justru lebih khawatir kalau membeli senjata dari negara-negara yang non-Demokratis! 

Tentu saja, kemungkinan tidak terjadinya lagi embargo, tidak hanya semata ditentukan oleh seberapa demokratisnya Indonesia. Untuk membahas lebih dalam lagi:


Faktor-faktor penentu utama: Kenapa Embargo militer terhadap Indonesia sudah tidak mungkin terjadi lagi

Thursday, November 5, 2015

Pesawat tempur terbaik untuk Indonesia... favoritisme atau sesuai kebutuhan?

Apakah pilihan dukungan kita relevan dengan kebutuhan, dan keterbatasan Indonesia dewasa ini?

Gripen-NG demo - 2 drop tanks, 2 paveway-IV bombs, 2 Meteors & 2 IRIS-Ts 
(Gambar: SAAB)

Transfer-of-technology untuk Indonesia, 
undangan partisipasi industri lokal, transaksi langsung G-to-G,
RCS 0,1m2, Supercruise, jarak jangkau 4,000 km, RBS-15, Meteor BVRAAM, Selex AESA radar, 
fully-networked, Erieye AEW&C, Gallium-Nitride Next Generation jammer,
easy maintenance, STOL capability, & lowest operating cost
Kurang apa lagi?

Setelah setahun penuh menimba pengalaman di forum Kaskus militer, Jakarta Greater, dan di Analisismiliter.com, sudah saatnya untuk kembali berkonsentrasi penuh untuk meng-update blog sendiri. 

Selama setahun ini, penulis sudah banyak mendapati ribuan pertanyaan atau komentar yang kritis, supportif, beberapa yang emosional (atau sewot), dan akhirnya juga banyak komentar yang menimba ilmu. Semuanya ini bagus untuk membangun pengetahuan. Bagi yang sudah pernah bertukar-pikiran dengan penulis (GI, Gripen-Indonesia, atau D4rkR1der), pertama-tama mohon maaf dahulu kalau ada tulisan yang mungkin menyinggung anda. Semua itu tidak dimaksudkan sedemikian.

Penulis menjumpai beberapa trend yang tidak bisa dielakkan dalam semua pembicaraan di forum militer Indonesia -- judul artikel ini adalah pertanyaan pertama.