Saturday, January 20, 2018

Analisa: Kenapa banyak negara terus membeli Alutsista Versi Export

Pesawat tempur Versi Export Favorit Barat   Gambar: USAF
Kenapa banyak negara masih terus senang membeli alutsista versi export downgrade dari United States, Russia, dan PRC?

Kalau Saab Gripen begitu bagus, kenapa tidak banyak negara yang membelinya?

Artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam ini, sekaligus menjelaskan kenapa Indonesia sudah saatnya berpaling dari Trio penjual barang versi export downgrade ini, berhenti mendengarkan bualan para agen sales yang mungkin lebih dimotivasi keuntungan finansial pribadi, dan mulai memperjuangkan kebutuhan pembangunan kemandirian alutsista Indonesia!

Sunday, January 7, 2018

Memahami Agen Sales Alutsista

Gripen 39-8  Credit: Saab
Kita sering mendengarkan istilah "agen sales" yang diumbar dalam terlalu banyak formil Indonesia.

Sebelum asal bunyi; memangnya apakah kita mengetahui pengertian dari kata "agen sales" dalam konteks alutsista?

Dasar pengertian agen sales adalah si penjual yang bekerja untuk suatu perusahaan, dan menerima komisi dari hasil penjualannya. Dalam konteks alutsista, agen sales bisa datang dalam bentuk, rupa, atau pangkat apapun. Yang menarik, setiap negara biasanya mempunyai agen sales yang bekerja untuk kepentingan negara lain, terlepas dari kontraknya G-to-G, atau bukan. Mereka dapat dimotivasi oleh keuntungan finansial (komisi), kalau memakai perantara, atau perhitungan pemerasan politik. 

Prioritas utama "agen sales" biasanya adalah pembelian produk import, secepat mungkin, dan tanpa perlu pusing membuat perhitungan apapun. Yang paling penting, prioritas utama si tukang obat adalah untuk menjual mimpi dengan obat yang pasti tokcer. Sekali tegak pasti sembuh!

Kebutuhan negara, dan rakyat? Tunggu dulu. 
Mari belajar mengenali beberapa ciri khas istimewa dari para agen sales dalam akusisi pesawat tempur, dan mari kembali memprioritaskan perhitungan "Indonesia First!"

Monday, December 11, 2017

Analisa: Klaim Su-35 "mengusir" F-22 di Syria

Gambar: USAF, Wikimedia
MoD Russia, seperti dikutip Sputnik, RT, RBTH, dan kawan-kawan, pada 9-Desember-2017 yang lalu, baru saja membuat klaim sebagai berikut:
Kutipan dari laporan News.com.au
Wah! Sekilas terdengar seperti mimpi basah yang indah untuk para fanboyz, dan para agen sales Sukhoi yang sedang mencoba menjual versi export dari Su-35S ke Indonesia! 

Combat-proven! F-22 saja sampai takut bisa dikejar Su-35!!

Tunggu dahulu!

David Cenciotti, penulis website the Aviationist baru saja menerima e-mail langsung dari CENTCOM Combat Joint Task Force Operation Inherrent Resolve pada pukul 06:53 GMT, 10-Desember-2017 mengenai hal ini:

Thursday, November 30, 2017

Neraka di Natuna Utara

Credits: Chinese Military Aviation
Gambar pertama yang mengkonfirmasi kalau 
Su-35 PLA-AF sudah mulai operasional sejak Januari-2017
Semua nama dalam skenario ini fiktif.

Pukul 01:03 pagitahun 203x
Letnan Kolonel Dewanto mengucurkan keringat dingin. Layar radar TS-3504-nya menunjukkan multiple boogies dari berbagai arah yang tidak menentu. Dewanto mengetahui kalau sekurangnya satu formasi F-16 Block-25+ juga sedang mengudara di daerah yang sama. Kedua formasi empat Su-35 dari Sku-15, dan empat F-16 dari Sku-16 sudah di-vector Satrad-212 di pulau Natuna besar untuk menuju ke koordinat ini, sebelum tiba-tiba radionya membungkam sejak lima menit sebelumnya.

Dewanto mencoba mengontak wingman-nya, Mayor Lamongi.

Oh-oh! Tidak ada response. 

Mereka sedang memasuki situasi heavy jamming. Sistem komunikasi radio tidak lagi berfungsi. Musuh sudah pasti mendekat. Tetapi musuh yang mana? Layar radar Sukhoi mereka tidak bisa membedakan mana yang kawan, dan mana yang lawan. Jumlah mereka berapa juga tidak jelas. Beberapa titik kelihatan tumpang tindih, dan berseliweran satu dengan yang lain. Kemungkinan ada beberapa target dalam arah yang sama, tetapi dari jarak yang berbeda. 

Sistem countermeasure SAP-518i versi export pesawatnya tiba-tiba mulai memberi alarm peringatan.

Apakah ada missile yang mendekat, ataukah pesawatnya sudah di-lock lawan?

Tidak ada informasi lebih lanjut. 

Apa yang terjadi? 

Friday, November 17, 2017

Memahami Konsep BVR Combat (Bagian 2)


Artikel ini adalah kelanjutan dari bagian pertama, yang sudah membahas tentang berbagai macam guidance yang tersedia dalam BVR missile.

Seandainya sang pilot sudah berhasil memenangkan pertempuran tidak terlihat pertama antara radar vs RWR, kemudian mendapatkan lock tanpa pernah terlihat lawan, lalu memencet tombol untuk meluncurkan BVR missile....?

Apakah berarti pertempuran BVR ini sudah selesai?

Hanya berhasil menembakkan BVR missile sebenarnya baru separuh dari perjuangan dalam pertempuran udara modern. 

Artikel ini akan membahas semua tantangan tahap selanjutnya dalam BVR combat, dari spektrum penggunaan AMRAAM, dan Meteor; dan BUKAN missile versi export haram seperti RVV-AE, yang hanya diperbolehkan untuk semua negara pembeli yang mengimport pesawat tempur dari Russia.

Friday, November 3, 2017

News Update Oktober 2017

NASAM missile System  Credits: Kongsberg

Maaf, agak lama sejak artikel News update terakhir. Ini dikarenakan kebanyakan berita kurang relevan dengan kondisi Indonesia.

Artikel ini akan men-cover beberapa berita yang relevan dalam sebulan terakhir. Setiap berita tidak dituliskan berdasarkan urutan tanggal.

Beberapa berita ini juga akan memperlihatkan kenapa mengikuti mimpi itu hanya akan selalu menabrak tembok kenyataan pahit.

Tuesday, October 17, 2017

IF-X dan Su-35: Antara Mimpi, Korupsi, dan Downgrade

Realita: F-16 lebih unggul dari Su-35, atau IF-X Gambar: TNI-AU

Silahkan membaca semua artikel, atau blog, dan kita akan melihat tiga persamaan ini dalam setiap subyek Su-35K atau IF-X!

Yang paling berbahaya dari antara ketiganya ini adalah MENJUAL MIMPI.

Bukan berarti bermimpi itu salah. Yang menjadi masalah disini seberapa jauh dari kenyataan, bagaimana mimpi itu sendiri bisa membawa kita ke suatu surga yang indah di awang-awang. Menjual mimpi itu mudah. Realita akan selalu jauh lebih pahit.

Kedua, KORUPSI.  

Artikel ini tidak membicarakan korupsi finansial dari kedua proyek mercusar ini; keduanya masalah penyelidikan KPK, dan penuntut umum di Korea. Apa yang akan dibahas disini adalah bagaimana keduanya akan menjadi korupsi generasi masa depan, korupsi kesempatan membangun industri pertahanan lokal, korupsi secara sistem pertahanan, dan yang paling parah, korupsi kedaulatan nasional .

Terakhir, dan tidak bisa dipungkiri lagi karena mimpi akhirnya bertabrakan dengan kenyataan; DOWNGRADE yang adalah suatu kepastian yang tidak akan pernah bisa ditawar dari kedua opsi mimpi ini.

Tuesday, October 10, 2017

Memahami Konsep BVR Combat (Bagian 1)

Meteor development test on Gripen   Credit: Saab

BVR combat bukanlah konsep yang mudah, ataupun murah yang bisa didapat dari sembarang membeli pesawat tempur.

Setiap pesawat tempur modern HARUS mempunyai kemampuan BVR, tetapi belum tentu dua jenis pesawat yang berbeda, performanya akan sebanding walaupun menembakkan satu jenis missile yang sama.

Setiap jenis BVR missile sendiri mempunyai guidance system yang berbeda, jarak jangkau, dan kemampuan efektif yang berbeda. Misalnya, membandingkan R-77, atau RVV-AE versi export sebagai equivalent dari missile AMRAAM adalah suatu pemahaman yang sangat keliru.

Artikel bagian pertama ini akan membahas terlebih dahulu semua jenis guidance dalam BVR combat. Artikel berikutnya akan mendalami lebih lanjut kesulitan, dan tantangan dalam pertempuran BVR, dan artikel terakhir akan membahas kenapa performa setiap pesawat tempur akan berbeda, walaupun memakai BVR missile jenis yang sama.