Friday, February 9, 2018

Kenapa tidak akan ada Perang Dunia III

Tokyo, setelah pemboman US, 1945  (Wikimedia)
Beberapa laporan analisa menudingkan sejak 20 tahun yang lampau, kalau Perang Dunia yang berikutnya, yang ketiga, akan dimulai di Israel, di Timur Tengah, eh, di Taiwan, dan sekarang... di semenanjung Korea.

Pada 23-Januari-2018 yang lampau, pemerintah Trump tiba-tiba mengumumkan kalau titik fokus keamanan nasional United States akan beralih ke Russia, dan PRC. Fokus mereka, katanya, bukan lagi ke terorisme.

Sayangnya, pandangan semacam ini hanya melihat ke arah yang keliru.

Artikel ini adalah bagian pertama dari analisa sederhana dari realita perubahan situasi konflik pasca 15-Agustus-1945, atau setelah berakhirnya Perang Dunia kedua. Kenapa tidak seperti ditakuti terlalu banyak orang, Perang Dunia yang berikutnya justru hampir tidak mungkin bisa terjadi lagi.

Thursday, February 1, 2018

Empat Kelemahan Pertahanan Udara Indonesia

TS-1629 High speed pass, Hills AB   USAF Photo
Bukan.

Bukan seperti pemikiran awam dewasa ini, kelemahan terbesar pertahanan udara Indonesia bukanlah dikarenakan kekurangan jumlah. 

Bayangkan saja istana yang terbuat dari pasir. Seandainya istana pasir ini diperbesar dengan menara-menara, dan tembok pasir yang lebih banyak, tentu saja kelihatan lebih megah. Sayangnya, ombak kecil yang bisa menyapu bersih istana pasir yang dahulu lebih kecil, akan tetap sama bisa menyapu istana pasir yang lebih besar tadi. 


Kalau kita terus mencoba menambah jumlah dalam keadaan de facto yang sekarang, hanya akan melipat-gandakan kesemua kelemahan yang sudah ada. Dari segi kekuatan sih, tidak akan perbedaan yang berarti.

Daftar keempat kelemahan ini sebelumnya sudah pernah disinggung dalam artikel-artikel lain di blog ini, dan untuk pertama kalinya akan dirumuskan ke dalam satu artikel, yang sekaligus menjelaskan:

Suka, atau tidak suka
Kenapa kita masih belum siap untuk membeli pesawat tempur baru?

Terlepas dari model apapun yang "rencananya" mau dibeli, termasuk kebutuhan nyata untuk Gripen, atau keinginan untuk akuisisi barang downgrade favorit para agen sales; kita hanya akan menambah pajangan dalam acara kemerdekaan.

Saturday, January 20, 2018

Analisa: Kenapa banyak negara terus membeli Alutsista Versi Export

Pesawat tempur Versi Export Favorit Barat   Gambar: USAF
Kenapa banyak negara masih terus senang membeli alutsista versi export downgrade dari United States, Russia, dan PRC?

Kalau Saab Gripen begitu bagus, kenapa tidak banyak negara yang membelinya?

Artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam ini, sekaligus menjelaskan kenapa Indonesia sudah saatnya berpaling dari Trio penjual barang versi export downgrade ini, berhenti mendengarkan bualan para agen sales yang mungkin lebih dimotivasi keuntungan finansial pribadi, dan mulai memperjuangkan kebutuhan pembangunan kemandirian alutsista Indonesia!

Sunday, January 7, 2018

Memahami Agen Sales Alutsista

Gripen 39-8  Credit: Saab
Kita sering mendengarkan istilah "agen sales" yang diumbar dalam terlalu banyak formil Indonesia.

Sebelum asal bunyi; memangnya apakah kita mengetahui pengertian dari kata "agen sales" dalam konteks alutsista?

Dasar pengertian agen sales adalah si penjual yang bekerja untuk suatu perusahaan, dan menerima komisi dari hasil penjualannya. Dalam konteks alutsista, agen sales bisa datang dalam bentuk, rupa, atau pangkat apapun. Yang menarik, setiap negara biasanya mempunyai agen sales yang bekerja untuk kepentingan negara lain, terlepas dari kontraknya G-to-G, atau bukan. Mereka dapat dimotivasi oleh keuntungan finansial (komisi), kalau memakai perantara, atau perhitungan pemerasan politik. 

Prioritas utama "agen sales" biasanya adalah pembelian produk import, secepat mungkin, dan tanpa perlu pusing membuat perhitungan apapun. Yang paling penting, prioritas utama si tukang obat adalah untuk menjual mimpi dengan obat yang pasti tokcer. Sekali tegak pasti sembuh!

Kebutuhan negara, dan rakyat? Tunggu dulu. 
Mari belajar mengenali beberapa ciri khas istimewa dari para agen sales dalam akusisi pesawat tempur, dan mari kembali memprioritaskan perhitungan "Indonesia First!"

Monday, December 11, 2017

Analisa: Klaim Su-35 "mengusir" F-22 di Syria

Gambar: USAF, Wikimedia
MoD Russia, seperti dikutip Sputnik, RT, RBTH, dan kawan-kawan, pada 9-Desember-2017 yang lalu, baru saja membuat klaim sebagai berikut:
Kutipan dari laporan News.com.au
Wah! Sekilas terdengar seperti mimpi basah yang indah untuk para fanboyz, dan para agen sales Sukhoi yang sedang mencoba menjual versi export dari Su-35S ke Indonesia! 

Combat-proven! F-22 saja sampai takut bisa dikejar Su-35!!

Tunggu dahulu!

David Cenciotti, penulis website the Aviationist baru saja menerima e-mail langsung dari CENTCOM Combat Joint Task Force Operation Inherrent Resolve pada pukul 06:53 GMT, 10-Desember-2017 mengenai hal ini:

Thursday, November 30, 2017

Neraka di Natuna Utara

Credits: Chinese Military Aviation
Gambar pertama yang mengkonfirmasi kalau 
Su-35 PLA-AF sudah mulai operasional sejak Januari-2017
Semua nama dalam skenario ini fiktif.

Pukul 01:03 pagitahun 203x
Letnan Kolonel Dewanto mengucurkan keringat dingin. Layar radar TS-3504-nya menunjukkan multiple boogies dari berbagai arah yang tidak menentu. Dewanto mengetahui kalau sekurangnya satu formasi F-16 Block-25+ juga sedang mengudara di daerah yang sama. Kedua formasi empat Su-35 dari Sku-15, dan empat F-16 dari Sku-16 sudah di-vector Satrad-212 di pulau Natuna besar untuk menuju ke koordinat ini, sebelum tiba-tiba radionya membungkam sejak lima menit sebelumnya.

Dewanto mencoba mengontak wingman-nya, Mayor Lamongi.

Oh-oh! Tidak ada response. 

Mereka sedang memasuki situasi heavy jamming. Sistem komunikasi radio tidak lagi berfungsi. Musuh sudah pasti mendekat. Tetapi musuh yang mana? Layar radar Sukhoi mereka tidak bisa membedakan mana yang kawan, dan mana yang lawan. Jumlah mereka berapa juga tidak jelas. Beberapa titik kelihatan tumpang tindih, dan berseliweran satu dengan yang lain. Kemungkinan ada beberapa target dalam arah yang sama, tetapi dari jarak yang berbeda. 

Sistem countermeasure SAP-518i versi export pesawatnya tiba-tiba mulai memberi alarm peringatan.

Apakah ada missile yang mendekat, ataukah pesawatnya sudah di-lock lawan?

Tidak ada informasi lebih lanjut. 

Apa yang terjadi? 

Friday, November 17, 2017

Memahami Konsep BVR Combat (Bagian 2)


Artikel ini adalah kelanjutan dari bagian pertama, yang sudah membahas tentang berbagai macam guidance yang tersedia dalam BVR missile.

Seandainya sang pilot sudah berhasil memenangkan pertempuran tidak terlihat pertama antara radar vs RWR, kemudian mendapatkan lock tanpa pernah terlihat lawan, lalu memencet tombol untuk meluncurkan BVR missile....?

Apakah berarti pertempuran BVR ini sudah selesai?

Hanya berhasil menembakkan BVR missile sebenarnya baru separuh dari perjuangan dalam pertempuran udara modern. 

Artikel ini akan membahas semua tantangan tahap selanjutnya dalam BVR combat, dari spektrum penggunaan AMRAAM, dan Meteor; dan BUKAN missile versi export haram seperti RVV-AE, yang hanya diperbolehkan untuk semua negara pembeli yang mengimport pesawat tempur dari Russia.

Friday, November 3, 2017

News Update Oktober 2017

NASAM missile System  Credits: Kongsberg

Maaf, agak lama sejak artikel News update terakhir. Ini dikarenakan kebanyakan berita kurang relevan dengan kondisi Indonesia.

Artikel ini akan men-cover beberapa berita yang relevan dalam sebulan terakhir. Setiap berita tidak dituliskan berdasarkan urutan tanggal.

Beberapa berita ini juga akan memperlihatkan kenapa mengikuti mimpi itu hanya akan selalu menabrak tembok kenyataan pahit.