Saturday, February 16, 2019

News Update Awal 2019 Update 1.2

News Update.
Berita masa kini akan selalu menambah pengetahuan, dan memperluas wawasan, khususnya dalam bidang pertahanan! 

Mari belajar mempersenjatai diri, agar tidak lagi mudah terpengaruh iklan-iklan hoax dari para Agen Sales Alutsista, yang hanya mengutamakan penjualan produk atasan mereka, daripada kepentingan Nasional.

Sudah saatnya belajar berpikir lebih kritis, dan tidak lagi terus terpaku pada konsep-konsep pemikiran masa lalu!.


Thursday, January 24, 2019

Membangun Sistem Pertahanan untuk Negara Kepulauan


Gambar dari Wikipedia di atas melukiskan rencana operasi militer Sekutu terbesar dalam Perang Dunia II, yang dijadwalkan pada November-1945: Operation Downfall, untuk menaklukan kepulauan Jepang. 

Kenapa sekutu tidak pernah perlu menyerang kepulauan Jepang?

Kenapa Jepang bisa menyerah pada tanggal 14-Agustus-1945?

Apakah karena semata bom nuklir sudah dijatuhkan di Hiroshima, dan Nagasaki, sedangkan Uni Soviet baru saja membuka front baru di Manchuria?

Sudah saatnya kita membuka kembali lembaran sejarah, dan melihat bagaimana pengalaman Jepang ini sudah seharusnya menjadi dasar pembangunan sistem pertahanan di Indonesia.


Saturday, December 1, 2018

Pelajaran yang salah dari Embargo 1999 - 2005


Dalam acara IndoDefence 2018, interview dengan Christopher F Foss, korespondensi Jane's Land Warfare, menggarisbawahi salah satu fokus utama akuisisi militer Indonesia, khususnya dalam TNI-AU.

DIVERSIFIKASI Timur dan Barat adalah salah satu titik fokus utama akuisisi alutsista. 

".... AS mengembargo Indonesia sampai tahun 2005, karena itu ada kebutuhan untuk melakukan diversifikasi supplier, agar tidak tergantung kepada hanya supplier dari satu negara saja."

Sayangnya, ini adalah pandangan yang keliru.

Hal ini justru menunjukan kalau kita belum belajar dari pengalaman pernah terkena embargo militer, yang sebenarnya sudah terjadi beberapa kali sepanjang sejarah Indonesia.

Friday, November 9, 2018

Electronic Warfare

Pylon Testing Gripen 39-8  Gambar: Saab

Apakah pengertian Electronic Warfare?

Seberapakah pentingnya Electronic Warfare? 

Apakah kemampuan Electronic Warfare pernah menjadi kriteria perhitungan dalam memilih alutsista yang ideal, dengan anggaran pertahanan kita yang terbatas?

Ataukah selama ini memang kita sudah begitu dibutakan hanya melihat "membutuhkan jumlah", tanpa pernah perlu perhitungan lain?

Apakah para agen sales alutsista, yang biasanya selalu lebih memprioritaskan menutup kontrak secepat mungkin tanpa merasa perlu bahkan memperhitungkan faktor resiko penggunaan, ataupun kebutuhan negara, pernah memperhitungkan kemampuan Electronic Warfare?

Artikel ini adalah bagian pertama dari lima keunggulan utama Gripen, yang adalah satu-satunya pesawat tempur yang dapat memenuhi kebutuhan Nasional di masa depan. Semua keunggulan yang tidak akan pernah bisa didapat dari barang-barang versi export downgrade, seperti IF-X, F-16V, dan tentu saja barang favorit para agen sales. 

Tuesday, October 23, 2018

Mari berbicara JUMLAH

USAF F-22 damaged in Hurricane (Reuter Image)
Hurricane Michael, seperti dilaporkan Business Interest, dan Popular Mechanic, baru saja merusak pangkalan udara raksasa USAF Tyndal AB, dimana 55 F-22 dipangkalkan.

Perkiraan kasar di media menunjuk kalau sekurangnya 12 pesawat sudah mengalami kerusakan yang cukup berat, dan tidak bisa diperbaiki kembali.

Tyler Rogoway, menuliskan untuk the Drive, menjelaskan kenapa tidak semua F-22 dari Tyndall bisa begitu saja mengudara, atau dipindahkan untuk menghindari Michael.

Maintenance. F-22 mempunyai kesiapan operasional terbang hanya di kisaran 50%, atau lebih rendah 20% dibandingkan F-15, dan F-16 yang jauh lebih tua. Setiap pesawatnya membutuhkan belasan jam maintenance per jam terbang

Alhasil, tidak hanya dari jumlah 187 F-22, jumlah sebenarnya yang tersedia jauh lebih sedikit; pengalaman Hurricane Michael justru memberi pelajaran berat kalau... pesawat yang tidak bisa terbang menjadi rentan bukan hanya karena bom Russia, melainkan bencana alam yang tidak bisa direncanakan. Jumlah F-22 yang sudah sedikit, dengan demikian semakin menciut lagi.

Sehubungan dengan ini, masih ingat dengan Renstra 180 pesawat tempur? Mari  berbicara soal jumlah.

Saturday, October 6, 2018

News Update Q3 2018

Sangat menyedihkan karena terlalu banyak artikel militer yang ditulis para "ahli", semakin hari semakin banyak yang tidak dituliskan berdasarkan... mimpi atau seperti disebut dalam quota Sherlock Holmes di atas; the impossible.

The truth atau apa yang menjadi kesimpulan berdasarkan logika sehat, adalah dasar dari semua tulisan dalam blog ini, sebagaimanapun improbable, atau betapapun kelihatannya sekilas tidak mungkin untuk bisa terjadi.

Kita akan melihat beberapa perkembangan menarik akhir-akhir ini, sebelum mulai membahas topik Electronic Warfare, yang seperti biasa... tidak terlihat menjadi perhitungan dalam Renstra, kecuali mendahulukan kontrak import mentah non G-to-G.

Sunday, August 12, 2018

Pertualangan "kontrak" Su-35 Versi Export semakin menarik



Angkat tangan siapa saja yang mendukung kontrak pembelian Sukhoi?

Wah, ternyata banyak yang mendukung penuh, atau hanya “Yes, man”.

Nah, sekarang para laskar pendukung Sukhoi silahkan menyebut keuntungan nasional apa saja yang bisa didapat dari rencana akuisisi ini?

Apakah karena hanya ada transaksi barter, yang bisa diklaim sebagai 50% offset ekonomi, dan rencana membuat fasilitas MRO / pabrik spare part  berarti offset alih tehnologi 35% untuk memenuhi persyaratan UU no.16/2012?

Dalam beberapa hari terakhir, beberapa kenyataan manis sudah mulai mengetuk pintu: 

Semua lampu merah sekarang sudah menyala terang benderang untuk tidak lagi meneruskan kontrak yang merugikan negara ini.

Friday, July 27, 2018

Proposal F-15X: Kartu mati untuk Su-35 dan KF-X

Gambar: Boeing
Dalam beberapa bulan terakhir ini, proposal untuk akuisisi Boeing F-15X, atau single-seater F-15, semakin merebak berita. 

Boeing menawarkan F-15X, yang berdasarkan konsep 2040C, akan diperlengkapi dengan tehnologi Sensor Fusion, termasuk Legion Pod IRST, Eagle Passive Active Warning Survivability System (EPAWSS) electronic warfare, dengan Fly-by-wire system, yang memberikannya kemampuan untuk mencantolkan 24 AMRAAM-D.

Saatnya menengok beberapa artikel mengenai proposal F-15X, dan kenapa pesawat ini adalah kartu mati untuk kita yang masih kesengsem dengan Su-35K berefek gentar terjamin nihil, ataupun jebakan proyek macet IF-X, yang keduanya hanya mengejar mimpi yang tak akan pernah bisa terjangkau, kecuali hanya untuk menghamburkan uang.